Samudra Hindia akan Membawa Kabar Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia


Kali ini kita akan bahas kembali tentang “ide besar” Presiden kita Bapak Jokowi tentang menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia. Sebenarnya dulu sempat bahas mengenai Indonesia sebagai poros maritim dunia dengan judul tantangan menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia, namun tidak ada salahnya kita mengulas kembali tentang hal tersebut.
Di postingan kali ini kita akan sama-sama mencari tahu kaitan dari “menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia” dalam kaitannya  posisi Indonesia dengan samudra hindia. Sebenarnya lagi-lagi saya sempat membahas sedikit terkait letak strategis Indonesia di postingan terdahulu yang berjudul “Tantangan Menjadikan Indonesia Sebagai poros maritim dunia”. Di artikel terdahulu saya menampilkan keuntungan posisi dari Indonesia, baik itu secara geopolitik atau geoekonomi. Di postingan kali ini kita akan fokuskan di geopolitik dan geoekonominya.
“Kenapa harus samudra hindia?”
“ Karena tugasnya ya seperti itu.”
Catatan: Dalam postingan kali ini kita menggunakan bahasa yang santai dan (tidak) mudah dimengerti.
Sebelum kalian membaca lebih jauh, ada baiknya kalian membaca post “Tantangan Menjadikan Indonesia Sebagai poros maritim dunia”. Di dalam artikel/post tersebut dituliskan lima buah pilar Indonesia sebagai poros maritim dunia. Bisa kita lihat bahwa didalam lima pilar itu mengandung unsur politik dimana mengatur hubungan antar negara dan ekonomi dimana menjelaskan peningkatan mutu atau kualitas perekonomian khususnya wilayah pesisir dengan membangun fasilitas dan infrastruktur yang bisa membantu menignkatan perrekonomian.
Saya memfokuskan pilar Indonesia sebagai poros mariti dunia dalam dua hal pokok yang tentu saja erat kaitannya dengan posisi Indonesia, yaitu geopolitik dan geoekonomi.
“Indonesia secara geopolitik maupun geoekonomi merupakan sebuah negara yang memungkinkan menjadi negara besar. Letak Indonesia begitu strategis dimana Indonesia di apit oleh dua samudra dan dua benua menyebabkan Indonesia menjadi negara yang diperhitungkan oleh negara-negara lainnya. Selain itu karena letak Indonesia, menyebabkan Indonesia menjadi negara yang digunakan dalam berlalu lalang proses ekonomi sehingga peluang kerja sama semakin besar dan hal tersebut bisa dimanfaatkan untuk kesejahteraan Rakyat Indonesia.” (Ray-id.com , 2015)
Salah satu benua yang berbatasan langusng dengan Indonesia adalah benua hindia.  Secara geopolitik dan geoekonomi Indonesia sudah bisa memanfaatkan hal tersebut dengan cukup baik. Dalam hal geopolitik Indonesia tergabung dalam INDIAN OCEAN RIM ASSOCIATION (IORA) yang merupakan sebuah bentuk kerja sama multirateral antara negara-negara di kawasan samudra hindia. Untuk pemanfaatan Geoekonomi samudra hindia menjadi jalur lalu lintas laut kapal kargo dan container sehingga hal tersebut memudahkan pengiriman dalam bentuk kerjasama antar negara  yang berada diwiliyah smaudra hindia khusunya Indonesia.
Seperti yang tadi telah dikatakan bahwa Indonesia tergabung dalam INDIAN OCEAN RIM ASSOCIATION (IORA) dimana beberapa negara di kawasan samudra hindia memiliki sebuah bentuk kerjasama bilateral maupun multirateral. IORA didirikan pada Maret 2013. Pada awal pendiriannya IORA bernama bernama Indian Ocean Rim Initiative dan Indian Ocean Rim Association for Regional Cooperation (IOR-ARC). Indonesia sendiri bergabung dengan IORA pada 7 maret 1997.Indonesia dipercaya untuk menjadi Ketua IORA periode 2015-2019. Fokus IORA adalah pada Keamanan dan keselamatan maritim, fasilitasi perdagangan dan investasi, manajemen perikanan, penanganan bencana alam, kerjasama akademisi dan IPTEK, serta promosi pariwisata dan pertukaran budaya. Saat ini IORA beranggotakan 20 negara yang terdiri dari : Australia, Bangladesh, Indonesia, India, Comoros, Seychelles, Iran, Kenya, Madagaskar, Malaysia, Mauritius, Mosambik, Oman, Singapore, Afrika Selatan, Sri Lanka, Tanzania, Thailand, Uni Emirat Arab, dan Yaman.
Selain masalah hubungan diplomatic dengan negara kawasan samudra Hindia, Indonesia juga berpeluang menjadikan samudra hindia sebagai “jalan besar” untuk kapal-kapal kargo dan container berlayar dimana kapal-kapal tersebut mengangkut produk ke negara tujuan. Akses yang sangat mudah tersebut memungkinkan Indonesia untuk menjalin kerjasama di bidang ekonomi dengan negara-negara kawasan Samudra Hindia. Lalu lintas kapal di samudra hindia selalu mengalami peningkatan dan hal tersebut akan semakin baik untuk negara kawasan samudra hindia khususnya Indonesia.
Geoekonomi dan geopolitik yang baik tentu menjadi keuntungan tersendiri bagi Indonesia. Terkait posisi Indonesia dengan samudra hindia kita telah tau peluang yang bisa Indonesia dapatkan. Hal yang harus dilakukan Indonesia adalah memanfaatkan peluang yang ada khususnya untuk mencapai tujuan Indonesia sebagai negara poros maritim dunia. Letak Indonesia yang berbatasan langsung dengan samudra hindia akan mempercepat terciptanya Indonesia sebagai poros maritim dunia dimana Indonesia telah menjalin kerjasama dengan negara kawasan samudra hindia baik di bidang politik maupun ekonomi dan hal tersebut tentu saja sejalan dengan Lima Pilar menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia.